Kader Kesehatan Nerkumpul di Balai Musyawarah Desa

Janji Bupati di Rasakan Oleh SATLINMAS Desa Kiangroke

RAPAT MUSYAWARAH DESA DALAM RANGKA SOSIALISASI PROGRAM DESA DAN PENETAPAN BLT

KEGIATAN RUTIN MINGGUAN APEL PAGI

RAPAT KOORDINASI MINGGUAN

KEGIATAN RUTIN POSYANDU DI DESA KIANGROKE

PENUTUPAN KEGIATAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) IBU DAN BALITA

REFLEKSI ISRA & MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW

PONPES MIFTAHUL HUDA AL-WAFA PERINGATI ISRA WAL MI'RAJ 1443 H

REALISASI APB DESA KIANGROKE 2021

Sejarah Desa

Administrator, 19 Desember 2017 03:38:09

Sejarah Desa

SEJARAH DESA KIANGROKE

Oleh: Tuti Yuniar

 Bismilahirohmanirohim,

Setelah berusaha mengumpulkan data dari banyak pihak dan narasumber, kami tidak bisa memastikan kapan tepatnya Desa Kiangroke didirikan. Dari para orang tua yang mendengar cerita dari orangtuanya, nama Desa Kiangroke berasal dari kisah adanya pohon Ki Hiang yang di pakai tempat bersarang binatang Toke. Ki Hiang dan Toke digabungkan dalam akronim, menjadi Kiangroke. Menurut bapa kadus sepuh, bapa Ambi Suhambi  beliau mendengar cerita dari para pejuang yang terlibat dalam pertempuran Sasak Rawayan bahwa pada tahun 1946 pohon Ki Hiang itu masih ada berada di persil 3 perbatasan Desa Kiangroke-Cangkuang dan Margahurip, tepatnya di sebelah Leuwi Banteng. Dari  berbagai sumber, dapat kami rangkai bahwa kepala desa yang pertama adalah bapa Abu Bakar tapi cerita dan fakta tentang beliau tak dapat kita kisahkan, kami tak menemukan jejak keturunan beliau. Sedangkan kepala desa yang kedua adalah Rd. Ganda Kusuma beliau adalah anak dari Wangsadireja Wedana Banjaran II atau cucu dari Wedana Banjaran I Rd. Aria Sacanegara. keturanan Rd. Ganda Kusuma kepala desa ada yang menjadi Camat Banjaran II periode 1030-1934 yang bernama Rd. Ganda Kusumah. Kepala desa setelahnya masih bisa kita dapati keluarga dan keturunannya. Adapun  periodisasi  kepemimpinan desa yang berhasil kami himpun sebagai berikut.

  1. Abu Bakar (1915 s/d 1928)
  2. Gandakusumah (1928-1944)
  3. Rd, Oetjo Wiratmaja (1944-1960)
  4. tobi (1960-19968)
  5. Ikim Sutarman (1968-1984)
  6. U Mahpudin (1984-1985)
  7. Achmad Sulaeman (1985-1994)
  8. Asep Setia Permana (1994-2003)
  9. Aten Anwar Gunawan (2003-2013)
  10. Enung Nurhayati (2013- 2019)

 

Dalam masa berdirinya, Desa Kiangroke mengalami beberapa peristiwa penting diantaranya,  gugurnya 43 pahlawan pejuang kemerdekaan  pada tanggal 26 Agustus 1946 bertepatan dengan 28 Rhamadan 1363 H dalam peristiwa yang tercatat dalam sejarah Jawa Barat sebagai Perang Sasak Rawayan. Pada saat itu para pejuang di kepung oleh oleh tentara belanda dan mereka mati syahid sebagai pahlawan bangsa. Sasak Rawayan adalah sebuah jembatan di atas sungai Cisangkuy tepatnya di Kp. Pataruman di tempat tersebut didirikan sebuah tugu sederhana pada tahun 1973  yang di prakarsai oleh tokoh-tokoh Desa Kiangroke seperti, H. Idrus, H. Enoch, Achmad Sulaeman (mantan kepala desa), I.tobi, Sahuri, Sukoco, dan Marku. Selanjutnya pada tahun 1982 Desa Kiangroke mengalami peristiwa yang sangat penting yaitu pemekaran desa, yang melahirkan desa baru bernama Margahurip. Dengan segala keterbatasan sekelumit sejarah desa Kiangroke dapat dituliskan. Kepada pihak-pihak yang bisa memberi masukan, baik itu bukti tertulis atau cerita para sepuh akan sangat kami nantikan, agar kita tidak kehilangan lentera sejarah desa kita tercinta.

 

Kiangroke,.

merangkai sejarah dalam untaian syukur atas nikmat Alloh

 


TERIMA KASIH

Komentar

CAPTCHA Image
KLIK GAMBAR DIBAWAH INI ..... !!!

Untuk lebih mengetahui informasi tentang BUMDES KIANGROKE 2016 dan Reservasi Gedung Balai Musyawarah Desa Kiangroke/Kursi bisa menghubungi call center dibawah ini:


+62 821-2033-0058

Statistik Desa

Laki - Laki 4,303 Jiwa
Perempuan 4,119 Jiwa
Jumlah Jiwa
Jumlah KK

Komentar Terkini

  • Penduduk Biasa
    14 September 2016 06:09:16
    Selamat atas keberhasilan Senggigi merayakan Hari Kemerdeakaan 2016!

Media Sosial

Lokasi Kantor Desa

Pengunjung

Pengunjung Jumlah
Pengunjung Hari Ini
Pengunjun Kemarin
Total Pengunjung

Anggaran Tahun 2019

Anggaran Pendapatan TA 2019
Rp. 2,367,586,108
Alokasi Dana Desa (ADD)
Rp. 760,071,000
32.10%
Dana Desa (DD)
Rp. 760,071,000
35.82%
Pendapatan Asli Desa (PAD)
Rp. 9,867,952
0.42%
Bagi Hasil Pajak & Retribusi Daerah (PBH)
Rp. 9,867,952
0.42%
Pendapatan Lain-Lain (DLL)
Rp. 100,000,000
4.22%
Bantuan Provinsi
Rp. 200,000,000
8.45%
Silpa Tahun Sebelumnya
Rp. 329,324,456
100.00%

Pendapatan Tahun 2018

Realisasi Pendapatan Desa TA 2018
Rp. 1,972,720,636
Alokasi Dana Desa (ADD)
Rp. 682,242,000
98.23%
Dana Desa (DD)
Rp. 682,242,000
100.00%
Pendapatan Asli Desa (PAD)
Rp. 100,000,000
100.00%
Bagi Hasil Pajak & Retribusi Daerah (PBH)
Rp. 90,391,200
79.95%
Pendapatan Lain-Lain (DLL)
Rp. 8,617,690
73.09%
Bantuan Provinsi
Rp. 100,000,000
100.00%
Silpa Tahun Sebelumnya
Rp. 254,380,746
100.00%

Belanja Tahun 2017

Realisasi Pendapatan Desa TA 2017
Rp. 1,443,396,180
Penyelenggaraan Pemerintahan Desa
Rp. 502,790,673
86.80%
Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp. 720,427,689
77.62%
Bidang Tak Terduga
Rp. 52,724,000
94.71%
Pemberdayaan Masyarakat Desaa
Rp. 167,453,818
67.08%
Bidang Tak Terduga
Rp. 0
0.00%