PEMERINTAHAN DESA KIANGROKE KECAMATAN BANJARAN KABUPATEN BANDUNG SELALU PATUHI PROTOKOL KESEHATAN COVID 19  

Refleksi Hari Santri Nasional 2020

A ZAZULI | 22 Oktober 2020 18:30:03 | Berita Desa | 31 Kali

REFLEKSI HARI SANTRI NASIONAL

Oleh : H.Yuyus Suryana,SH

(Kepala Desa Kiangroke Periode 2019-2025)

 

Latar Belakang

Hari Santri Nasional (HSN) merupakan sebuah peringatan hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing, bertepatan dengan resolusi jihad Mbah KH Hasyim pada tanggal 22 Oktober.

Kemudian peran serta Ulama dan Santri ini diberikan apresiasi oleh oleh Presiden Joko Widodo dan ditetapkan menjadi Peringatan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta.

Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama. Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Aspek yang melatar belakangi penetapan HSN ini adalah pengakuan resmi pemerintah Republik Indonesia atas peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan serta menjaga NKRI. Ini sekaligus merevisi beberapa catatan sejarah nasional, yang hampir tidak pernah menyebut peran ulama dan kaum santri dalam merebut kemerdekaan dari kaum penjajah.

Itu yang menjadi alasan kenapa Hari Santri Nasional ditetapkan pada tanggal 22 Oktober, setelah sebelumnya Presiden Jokowi berpendapat pada tanggal 1 Muharram. Sejarah mencatat, para santri bersama dengan pejuang bangsa lainnya memiliki peran besar dalam merebut kembali kedaulatan negara dari kolonialisme bangsa asing.

Presiden Joko Widodo juga mengamini peran historis kaum santri. Mereka yang ikut berjuang dan memiliki peran dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), antara lain KH Hasyim Asy’ari pendiri ormas Islam Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Dahlan dari Muhammadiyah, A Hassan dari Persis, Abdul Rahman dari Matlaul Anwar, Ahmad Soorhati dari Al Irsyad. Belum lagi para perwira atau prajurit Pembela Tanah Air (Peta) yang banyak juga dari kalangan santri.

Makna Hari Santri Nasional

Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober memiliki arti dan makna yang penting bagi kalangan santri sendiri dan segenap elemen bangsa.

Dalam sejarah, peran mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sudah tidak diragukan lagi. Mereka ikut merebut Indonesia, membangun Indonesia dan mempertahankan NKRI.

Sekarang ini, sejak 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri Nasional pada tahun 2015 lalu, hari itu menjadi refleksi bagi golongan santri dan bangsa untuk mengingat kembali sejarah perjuangan kaum pondok pesantren dalam berjuang melawan penjajah.

Refleksi dan ingat kembali pada sejarah adalah sesuatu yang penting. Ingatan sejarah akan memberikan bekal bagi para santri pada zaman modern sekarang ini untuk selalu berbenah, memperbaiki kualitas diri demi kemajuan bangsa Indonesia ke depan.

Sebab, diakui atau tidak, santri saat ini dihadapkan pada situasi yang lebih berat dengan adanya perubahan global yang begitu masif.  Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk berbenah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menjawab dan menghadapi tantangan, serta perubahan-perubahan global.

Dengan demikian, Hari Santri Nasional memiliki arti, makna dan filosofi yang bukan hanya diperingati secara euforia atau seremonial belaka, tetapi menjadi momentum untuk refleksi yang kemudian menjadikan dasar untuk berbenah dan terus meningkatkan kualitas SDM yang unggul demi kemajuan bangsa.

Hari santri mengingatkan kita kembali akan pentingnya peran santri dari zaman ke zaman, sejak zaman penjajahan hingga sekarang. Pada era modern-kontemporer sekarang ini, santri ikut andil dalam mengelaborasi, mempertemukan antara ilmu Islam murni dan ilmu pengetahuan atau sains.

Korehensi dengan dengan Misi Kepala  Desa Kiangroke.

Sebagai Kepala Desa, untuk membangun Sumber Daya yang Unggul harus ditopang dengan Misi yang terstruktur salah satunya adalah Pembangunan Masyarakat Religi, hal ini bisa diakaitkan dengan Santri, Karena secara Administrasi di Desa kiangroke terdapat beberapa Pondok Pesantren yang sudah cukup lama berdiri yang mana para santri tinggal didalamnya, selain itu ditopang dengan adanya lembaga-lembaga pendidikan Islam yang tidak henti berusaha mencetak SDM yang unggul.

Selain adanya Pondok Pesantren dan Lembaga Pendidikan Islam di Wilayah Desa Kiangroke, warga desa Kiangroke banyak yang mengemban Ilmu ke Berbagai pondok Pesantren ternama di Berbagai daerah di Indonesia.

Maka dengan ditopangnya oleh dua aspek tersebut, pemerintahan Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran Optimis bisa menciptakan Pembangunan Masyarakat Religi, tidak cukup dengan hanya sebatas konsep yang baik, akan tetapi hal ini harus di aplikasi dilapangan, intinya segala hal yang berkaitan dengan segala aktivitas harus didasarkan dengan pondasi keyakinan dalam beragama.

 Dengan semangat Resolusi Jihad yang digelorakan Oleh Hadlaratus Syaikh Hasyim Asy’ari, menjadi pecutan penyemangat dalam menjalankan roda Pemerintahan di Desa Kiangroke. Dengan niatan bertabaruk kepada para ulama yang telah gugur dalam peristiwa Resolusi Jihad tersbut semoga segala cita-cita dalam pembangunan seluruh Aspek di Desa Kiangroke tercapai.

Komentar atas Refleksi Hari Santri Nasional 2020

Jang haris 22 Oktober 2020 19:03:50
Madddevvv.....tegepppp....mugia desa kiangroke janten mercusuar Dina hal kaagamian Sareng ajen inajen agama Islam....sakumah NU parantos ka uninga desa kiangroke janten nelah desa santri(pasantrn)...kanggo BPK.kades BPK.H.YUYUS,SH.mugia di paparinan kakiatan sareng kasehatan Dina mingpin lembur...kanggo admin hanipiss...

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
No. HP
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Informasi COVID-19 Kabupaten Bandung

KLIK GAMBAR DIBAWAH INI ..... !!!

youtube

KEGIATAN BANTUAN KEUANGAN DESA T.A 2019

Peta Desa

Aparatur Desa

Sinergi Program

Kecamatan Banjaran Prodeskel
KOTA TANPA KUMUH
POKJANAL POSYANDU KABUPATEN BANDUNG

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

PUSKESOS SAJIWA DESA KIANGROKE